KAYA DAN MISKIN ADALAH UJIAN
Dalam pandangan Islam, kaya dan miskin bukan sekadar soal harta, tapi tentang hati dan kedekatan kepada Allah.
Orang yang kaya bukan yang banyak hartanya, tapi yang hatinya penuh syukur, gemar berbagi, dan tidak diperbudak dunia.
Sedangkan miskin bukan hanya yang kekurangan materi, tapi yang hatinya jauh dari rasa cukup, kurang bersyukur, dan selalu merasa kurang.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.”
Maka, jadilah hamba yang cukup dengan apa yang Allah beri, rajin berusaha, dan selalu bersandar kepada-Nya.
Karena sejatinya, yang paling mulia bukan yang paling kaya, tapi yang paling bertakwa 🤲
KAYA UJIAN MISKIN UJIAN
🎙️ Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sady rahimahullah menjelaskan,
"إنما الغنى والفقر والسعة والضيق، ابتلاء من الله وامتحان يمتحن به العباد، ليرى من يقوم له بالشكر والصبر، فيثيبه على ذلك الثواب الجزيل، ممن ليس كذلك فينقله إلى العذاب الوبيل."
"Sesungguhnya kaya, miskin, kondisi lapang dan sempit adalah ujian dari Allah dan sebagai cobaan yang para hamba diuji dengannya. Supaya Allah ta'ala melihat siapakah yang mampu bersyukur dan bersabar hingga Dia pun akan memberi pahala atas cobaan tersebut dengan pahala yang banyak. Sementara itu orang yang tidak (syukur atau sabar), maka akan dipindah menuju hukuman yang keras."
📓 Taisirul Karimir Rahman 883.
"إنما الغنى والفقر والسعة والضيق، ابتلاء من الله وامتحان يمتحن به العباد، ليرى من يقوم له بالشكر والصبر، فيثيبه على ذلك الثواب الجزيل، ممن ليس كذلك فينقله إلى العذاب الوبيل."
"Sesungguhnya kaya, miskin, kondisi lapang dan sempit adalah ujian dari Allah dan sebagai cobaan yang para hamba diuji dengannya. Supaya Allah ta'ala melihat siapakah yang mampu bersyukur dan bersabar hingga Dia pun akan memberi pahala atas cobaan tersebut dengan pahala yang banyak. Sementara itu orang yang tidak (syukur atau sabar), maka akan dipindah menuju hukuman yang keras."
📓 Taisirul Karimir Rahman 883.